Selama
ini batik identik dengan Solo, Bayat,
Jogja, Pekalongan, dan Cirebon, padahal Jakarta sebenarnya punya batik khas
yang tidak kalah pesonanya. Beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah DKI
Jakarta sudah mulai mempopulerkan kembali Batik Betawi sebagai kekayaan budaya
orang Betawi. Sejak tahun 2009, Museum Tekstil Jakarta yang terletak di
bilangan Tanah Abang kerap mengadakan pameran Batik Betawi. Museum Tekstil
Jakarta memiliki banyak koleksi Batik Betawi yang kebanyakan merupakan
sumbangan dari Yayasan Sirih Nanas pimpinan H. Emma Agus Risri.
Hanya sedikit orang yang tahu, sebelum mencalonkan diri
sebagai gubernur Jakarta, Jokowi ingin menggunakan Batik Ondel-ondel untuk branding kampanye-nya.
Namun entah karena apa akhirnya baju kotak-kotak yang booming. Setelah menjabat
gubernur, Jokowi mewajibkan pegawainya untuk mengenakan baju khas Betawi setiap
hari Rabu. Meskipun Jokowi senang mengenakan baju koko khas Betawi ala Si
Pitung, Jokowi tidak menutup
kemungkinan bagi siapa yang ingin mengenakan Batik Betawi. Pokoknya baju khas
Betawi yang bisa menunjukkan identitas Jakarta sekaligus melestarikan budaya
Betawi.
Selain motif Ondel-ondel, Batik
Betawi memiliki beberapa motif yang tak kalah unik. Mari kita kenal satu per
satu.
Motif Ondel-ondel pada
Batik Betawi diangkat dari figur Ondel-ondel yang digunakan sebagai boneka
penolak bala. Motif Ondel-ondel dibuat untuk mendapatkan kehidupan yang
tenteram dan jauh dari bala bencana. Pada zaman dahulu, Motif Ondel-ondel
digunakan pada acara-acara adat Betawi. Selain itu, ondel-ondel menjadi ciri
khas Jakarta apalagi ketika perayaan ulang tahun Kota Jakarta.
2. BATIK BETAWI
MOTIF NUSA KELAPA
Ide pembuatan Batik Betawi Motif Nusa Kelapa terinspirasi
dari Peta Ceila yang dibuat pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi 1482-1521. Peta
Ceila menjabarkan bahwa Jakarta dulunya berganti-ganti nama mulai dari Nusa
Kelapa, Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta Nama “Nusa Kelapa” diberikan
oleh leluhur masyarakat Betawi yang kini dijadikan salah satu motif Batik
Betawi. Selain itu, bagi orang Betawi, daun kelapa merupakan simbol upacara
adat Betawi.
3. BATIK BETAWI
MOTIF CILIWUNG
Bati Betawi Motif Ciliwung bermula dari peradaban manusia
di tepian Sungai Ciliwung. Konon bangsa Portugis, Inggris, dan Belanda ingin
menguasai Jakarta karena tertarik dengan Sungai Ciliwung. Penggunaan Sungai
Ciliwung sebagai motif Batik Betawi diharapkan sebagai daya tarik dan sebagai
simbol rejeki yang terus mengalir bagaikan
aliran sungai Ciliwung.
4. BATIK BETAWI
MOTIF RASAMALA
Batik Betawi Motif Rasamala mengisahkan ketika Belanda
mulai memasuki wilayah Sunda Kelapa. Ketika itu Sunda Kelapa masih seperti hutan belantara yang ditumbuhi
pohon Rasamala. Orang Betawi menganggap pohon Rasamala sebagai pohon keramat
karena memiliki bau yang wangi.
5. BATIK BETAWI
MOTIF SALAKANEGARA
Melalui Motif Salakanegara, Batik Betawi ingin bercerita tentang kerajaan pertama di tanah Betawi
yang didirikan oleh Aki Tirem pada tahun 130 M. Orang Betawi percaya bahwa
gunung memiliki kekuatan dan gunung yang mereka percayai itu adalah Gunung
Salak. Sehingga mereka menamai kerajaannya dengan nama Salakanegara.
6. BATIK BETAWI
MOTIF PUCUK REBUNG
Batik Betawi Motif Pucuk Rebung merupakan khas batik
pesisir yang menggambarkan “pucuk batang bambu”. Motif Pucuk Rebung menjadi seragam
wajib ketika pemilihan Abang-None Jakarta. Batik Betawi Motif Pucuk Rebung
sering digunakan sebagai busana bawahan None Jakarta. Pada pemilihan gubernur Jakarta beberapa
waktu lalu, Motif Pucuk Rebung juga digunakan oleh Hidayat Nur Wahid yang
dipadukannya dengan warna oranye khas JakMania.
Dalam perkembangannya, Batik Betawi terus menghasilkan
motif-motif baru yang menceritakan tempat, kebudayaan, dan kehidupan orang
Betawi. Sebagai contohnya adalah Motif Monas, Motif Penganten Betawi, Motif Si
Pitung, Motif Gambang Kromong, dan lain sebagainyaDalam perkembangannya,
Batik Betawi terus menghasilkan motif-motif baru yang menceritakan tempat,
kebudayaan, dan kehidupan orang Betawi. Sebagai contohnya adalah Motif Monas,
Motif Penganten Betawi, Motif Si Pitung, Motif Gambang Kromong, dan lain
sebagainya